My Message

Followers

visitor

visitor counter

free counters

Page Rank

When a photo talks much..

Thursday, 23 June 2011

Just Me and YOU #1


Aku selalu iri melihat ibadah dan cinta orang lain untukMu, seakan-akan KAU juga mencintainya, aku harap..esok akan ada orang yang berkata seperti ini untukku... :)

Its just Me...and YOU

Surat Balasan...

Wednesday, 22 June 2011

Guys...beberapa belakangan ini hidup saya serasa monoton, seperti hampa, hidup jauh dari Allah, ga sesuai aturan, sesuka hati saya, bener apa kata lirik lagu Raihan yang judulnya damba cintaMu
pagi kuingat..petang kualpa begitu silih berganti

alasan itulah mengapa saya membuat puisi yang berjudul Tampar Aku Sekali Saja!, jujur setelah menulis puisi itu yang ada saya dikasih banyak kenikmatan, berkelimpahan, tapi balik lagi nyatanya nikmat itupun adalah ujian, saya memilih untuk ditampar daripada diberi banyak kenikmatan tapi malah makin lalai..walhasil beberapa hari kemudian saya mengalami accident, deket banget sama jalan raya, andaikata saya ga jatuh saat itu, justru saya bisa mati ketabrak mobil, luka-luka seperti itu saja cukup membuat saya menangis, terlintas dalam hati mungkin ini adalah bentuk tamparan kecil, setelah tamparan-tamparan kenikmatan tak juga bisa menyadarkan diri. Dan..ga sengaja juga saya posting puisi saya k kaskus, dan walhasil mendapat balasan serupa puisi juga, nih puisi orang itu:

aku mengerti resahmu kawan,
mengerti sebagaimana kawanku pernah bicara padaku,
mengerti sebagaimana pernah aku rasakan,
mengerti sebagaimana bebalnya aku,
mengerti sebagaimana aku tahu bahwa aku teramat hina, teramat kecil..

tapi sedikit yang aku tahu kawan,
jangan meminta azab-Nya datang,
walau hanya sebuah tamparan kecil,
jangan meminta marah-Nya datang,
walau lagi itu hanya sekali tamparan saja..

karena kita begitu ringkih, teramat rapuh,
tak punya daya,
tak akan pernah punya upaya melawan marahh-Nya,
tak akan pernah sanggup membangkang dari kehendak-Nya..

cukuplah apa yang kita punya sejauh ini
jadi cerminan betapa hinanya kita, terutama aku,
jadi berlaku sebagaimana yang Ia mau,
jadi baik, tidak bebal seperti saat ini,

karena aku sendiri,
teramat hina..
setidaknya untuk kemarin dan kemarin yang lain..

saya baru sadar, kalo kita berdoa...berdoalah yang baik, kalau minta untuk diberi petunjuk atau disadarkan ya dengan cara yang baik.. Semoga cerita saya ini bermanfaat :)

nb : terimakasih buat orang yang membalas puisi saya

Salam,
Shinjan

Sepatu Perdana

di suatu hari...ketika di perjalanan pulang...

Temen gw : Shin, ntar pulang..sepatunya dicuci yah
Gw : ahh gak ah..ini tuh saksi bisu perjuangan n perjalanan gw, makanya ga pernah dicuci..
Temen Gw : Eh gile lo shin, itu sepatu lo nginjek taik masa ga dicuci??
Gw : Haahh? masaa?...(*sambil liat sepatu..) OH NOOOO....
Temen Gw : ckckck...


daann..teman-temans sepatu gw yang warnanya putih yang bolong-bolong biasa gw pake kuliah sudah 1 semester, untuk pertama kalinya perdana dicuci..hahahaha....tapi tetep ya booo..warnanya udah ga putih lagi, alias abu-abu,, *jiaah abu-abu..daki kaliii... :D

salam,
Shinjan :D

Aku dan Keluargaku

ini tentangku dan keluargaku
kami adalah empat yang menjadi satu
Ayah, Ibu, Kakak dan aku
kebahagiaan bersatu padu

Ayahku, sifatnya mirip denganku
gemar membaca,suka berguyon, sederhana, apa adanya
Ayah, adalah contoh kesabaran
ia harus menantang dunia untuk dapatkan Ibu

Ibuku, ia seorang muallaf
tapi ibadahnya jempolan,semakin tak tahu semakin ia ingin tahu
ia adalah satu dari sekian alasan hidupnya islam dirumah kami
ibu.. Allah pasti menyayangiku, karna memiliki Ibu sepertimu

Kakakku, ia lelaki yang kuat,tegas dan berpendirian
sangat pendiam tapi menghanyutkan
kata-katanya adalah emas, sekali berbicara sulitlah dibantah
walaupunkeras, hatinya lembut untuk urusan Ibu dan aku

Aku..aku saksi hidup keluarga sederhana ini
aku adalah buah cinta kasih Ayah Ibu
aku adalah alasan Kakak menghargai perempuan
aku pula alasan adanya cinta kasih yang harus diberi

Kalian...adalah tempat pertamaku bercerita
Kalian adalah alasan atas semua perjuanganku
kalian adalah pemberian Allah yang paling berharga
kalian..adalah alasan puisi ini tercipta


Rumah, 23:04

Kesempatan sekali

Tuesday, 21 June 2011

saat itu gelap
entah berada dimana
sekujur tubuh terasa sakit
tergeletak di atas tanah, melihatpun susah
bibirpun tak dapat berkata
hanya hati yang bertanya ada apa
hingga isak tangis terdengar hati sendiri
Matikah aku kini?
tapi aku belum sempat berucap
belum ada bekal hadapi
"ya Allah, selamatkan aku sekali ini"
aku belum siap...

...tetesan airmata basahi
kerumunan orang disekeliling
riuh ramai hinggap sana sini
mungkin ini kesempatan sekali
ini tamparan sekali
esok..yang sekali ini, adalah yang terakhir..